Infrastruktur, bisnis istimewa

Dibutuhkan keberuntungan yang besar

Pembangunan jalan raya, proyek pemerintah, pembangkit listrik dan bidang usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah bisnis istimewa yang kesempatannya terbatas. Tidak semua orang bisa mengerjakannya, meskipun memiliki modal dan sumberdaya lainnya.

Perlunya izin lintas sektor yang harus diselesaikan sebelum memulai pengerjaan proyek. Demikian pula surat rekomendasi kepala pemerintahan dari tingkat terendah sampai tingkat tinggi. Proses yang membutuhkan waktu dan banyak persyaratan.

Bisnis infrastruktur yang PT Mega Energi Hidro Indonesia pilih ada di sektor energi. Khususnya EBT tenaga air karena secara ekonomi menguntungkan dan minim perawatan. Kendalanya hanya ada pada tahap perijinan dan konstruksi saja. Setelah itu berjalan melalui sistem, relatif tanpa masalah yang berarti.

Ada dua jenis proyek pembangkit listrik tenaga air yang kami kerjakan. Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTM) yang memiliki kapasitas 2-10 Megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memiliki kapasitas diatas 10 Megawatt.

Bisnis infrastruktur pembangkit listrik
Energi Terbarukan dari air pegunungan

Listrik, kini dan kebutuhan mendatang

Tetap bertumbuh dalam segala situasi

Setiap tahunnya, rata-rata pertumbuhan penduduk Indonesia 1 - 1,25% pertahun. Atau sekitar 3.000.000 jiwa. Dan berdasarkan data PT PLN, konsumen listrik terbanyak adalah sektor rumah tangga. Demikian pula dengan penjualan listrik terbesar dari segmen ini juga.

Dilihat dari data penjualan listrik, tingkat pertumbuhan penjualan listrik di Indonesia berada di angka 4,6 % - 5,5% pertahun. Menariknya, tahun 2020 ini, PLN masih tumbuh 4,7 %, dimana hampir semua sektor mengalami minus.

Pada tahun 2019, jumlah pelanggan PLN mencapai 75,71 juta pelanggan, tumbuh 5,3% dibandingkan 71,92 juta pelanggan pada tahun 2018. Penambahan pelanggan terbesar terjadi pada Segmen Rumah Tangga sebanyak 3,5 juta pelanggan baru, meningkat 5,4% menjadi 69,62 juta pelanggan. Secara persentase, segmen Industri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,0% dari 99,18 ribu pelanggan pada tahun 2018 menjadi 104,92 ribu pelanggan. Sedangkan segmen Bisnis naik 2,1% dari 3,75 juta pelanggan pada tahun 2018 menjadi 3,83 juta pelanggan

Listrik, sebagaimana sandang, pangan dan papan adalah kebutuhan mendasar yang tidak terlalu terpengaruh situasi dan kondisi. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, konsumsi listrik perkapita Indonesia masih rendah. 1.084 Kwh berbanding dengan 1.408 Kwh.

Regional Sumatera mencatat penambahan 810,15 ribu pelanggan baru atau meningkat 5,6% menjadi 15,31 juta pelanggan. (20,2% dari total pelanggan).

Karena Kesempatan,
Tidak Datang Dua Kali

Kami bermimpi besar, langkah kami kecil.
Bersama anda, KITA menjadi kuat.